POSYANDU

Kegiatan posyandu

A. Pengertian Posyandu

Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan profesional oleh petugas  sektor, serta non profesional (oleh kader) dan diselenggarakan atas usaha masyarakat sendiri. Posyandu dapat dikembangkan dari pos pengembangan balita, pos imunisasi, pos KB, pos kesehatan. Pelayanan yang diberikan posyandu meliputi: KB, KIA, gizi, imunisasi dan penanggulangan diare serta kegiatan sektor lain.Posyandu dipandang sangat bermanfaat bagi masyarakat namun keberadaannya di masyarakat kurang berjalan dengan baik, oleh karena itu pemerintah mengadakan revitalisasi posyandu. Revitalisasi posyandu merupakan upaya pemberdayaan posyandu untuk mengurangi dampak dari krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi dan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang upaya mempertahankan dan meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kemampuan kader, manajemen dan fungsi posyandu.Kegiatan revitalisasi posyandu pada dasarnya meliputi seluruh posyandu dengan perhatian utamanya pada posyandu yang sudah tidak aktif/rendah stratanya (pratama dan madya) sesuai kebutuhan, posyandu yang berada di daerah yang sebagian besar penduduknya tergolong miskin, serta adanya dukungan materi dan non materi dari tokoh masyarakat setempat dalam menunjang pelaksanaan kegiatan posyandu. Dukungan masyarakat sangat penting karena komitmen dan dukungan mereka sangat menentukan keberhasilan dan kesinambungan kegiatan posyandu. Kontribusi posyandu dalam meningkatkan kesehatan bayi dan anak balita sangat besar, namun sampai saat ini kualitas pelayanan posyandu masih perlu ditingkatkan. Keberadaan kader dan sarana yang ada merupakan modal dalam keberlanjutan posyandu. Oleh karena itu keberadaan posyandu harus terus ditingkatkan sehingga diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu posyandu pratama, madya, purnama, dan mandiri.

B. Tujuan Posyandu

  1. Menurunkan angka kematian bayi, anak balita dan angka kelahiran
  2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
  3. Mempercepat penerimaan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).
  4. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat.
  5. Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan penduduk dan geografis
  6. Peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat.

C. Pengelola Posyandu.

  1. Penanggungjawab umum : Kades/LurahS
  2. Penggungjawab operasional : Tokoh Masyarakat
  3. Ketua Pelaksana : Ketua Tim Penggerak PKK
  4. Sekretaris : Ketua Pokja IV Kelurahan/desa
  5. Pelaksana: Kader PKK, yang dibantu Petugas KB-Kes (Puskesmas).

D. Pembentukan Posyandu.

a. Langkah – langkah pembentukan :

  1. Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.
  2. Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB .
  3. Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan prasarana posyandu, biaya posyandu
  4. Pemilihan kader Posyandu.
  5. Pelatihan kader Posyandu.
  6. Pembinaan.

 b. Kriteria pembentukan Posyandu.

Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita.

c. Kriteria kader Posyandu :

  1. Dapat membaca dan menulis.
  2. Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan.
  3. Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.
  4. Mempunyai waktu yang cukup.
  5. Bertempat tinggal di wilayah Posyandu.
  6. Berpenampilan ramah dan simpatik.
  7.  Diterima masyarakat setempat.

d. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu.

Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader, Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas, dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu :

Meja I              : Pendaftaran.

Meja II            : Penimbangan

Meja III           : Pengisian KMS

Meja IV           : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS.

Meja V            : Pelayanan KB & Kes :

  1. Imunisasi
  2. Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus.
  3. Pembagian pil atau kondom
  4. Pengobatan ringan.
  5. Kosultasi KB-Kesehatan

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB).

E. Kegiatan Posyandu

Beberapa kegiatan diposyandu diantaranya terdiri dari lima kegiatan Posyandu (Panca Krida Posyandu), antara lain:

  1. Kesehatan Ibu dan Anak
    1. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan menyusui, serta bayi, anak balita dan anak prasekolah
    2. Memberikan nasehat tentang makanan guna mancegah gizi buruk karena kekurangan protein dan kalori, serta bila ada pemberian makanan tambahan vitamin dan mineral
    3. Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimilasiny
    4. Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
  2. Keluarga Berencana
    1. Pelayanan keluarga berencana kepada pasangan usia subur dengan perhatian khusus kepada mereka yang dalam keadaan bahaya karena melahirkan anak berkali-kali dan golongan ibu beresiko tinggi
    2. Cara-cara penggunaan pil, kondom dan sebagainya

3. Immunisasi

Imunisasi tetanus toksoid 2 kali pada ibu hamil dan BCG, DPT 3x, polio 3x, dan

campak 1x pada bayi.
4. Peningkatan gizi

  1. Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat
  2. Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori cukup kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun dan kepada ibu yang menyusui
  3. Memberikan kapsul vitamin A kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun

5. Penanggulangan Diare

Lima kegiatan Posyandu selanjutnya dikembangkan menjadi tujuh kegiatan Posyandu (Sapta Krida Posyandu), yaitu:

  1. Kesehatan Ibu dan Anak
  2. Keluarga Berencana
  3. Immunisasi
  4. Peningkatan gizi
  5. Penanggulangan Diare
  6. Sanitasi dasar. Cara-cara pengadaan air bersih, pembuangan kotoran dan air limbah yang benar, pengolahan makanan dan minuman
  7.  Penyediaan Obat essensial.

F. Sasaran Posyandu

            Semua anggota masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, balita, pasanga usia subur. Cakupan pelayanan sebaiknya sekitar 100 balita (120 KK) atau sesuai dengan kemampuan petugas setempat.

G. Lokasi dan Penyelenggaraan

            Berada di tempat yang mudah didatangi masyarakat dan ditentukan oleh masyarakat seperti pos pelayanan yang sudah ada, rumah penduduk, balai kelurahan. Prioritas dibentuk ditempat yang rawan dibidang gizi, kesehatan lingkungan. Pelayanan KB  kesehatan direncanakan dan dikembangkan oleh kader bersama kepala desa/ lurah LKMD (seksi KB, kesehatan dan PKK), tokoh masyarakat, pemuda, dll dengan bimbingan tim pembinaan LKMD tingkat kecamatan.

H. Syarat terbentuknya Posyandu

Posyandu dibentuk dari pos-pos yang telah ada seperti:

  1. Pos penimbangan balita
  2. Pos immunisasi
  3. Pos keluarga berencana desa
  4. Pos kesehatan
  5. Pos lainnya yang dibentuk baru.

I. Dana

            Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat.

Alasan Pendirian Posyandu

  1. Posyandu dapat memberikan pelayanan kesehatn khususnya dalam upaya pencegahan penyakit dan PPPK sekaligus dengan pelayanan KB.
  2. Posyandu dari masyarakat untuk masyarakat dan oleh masyarakat, sehingga menimbulkan rasa memiliki masyarakat terhadap upaya dalam bidang kesehatan  dan keluarga berencana.

Penyelenggara Posyandu

  1. Pelaksana kegiatan, adalah anggota masyarakat yang telah dilatih menjadi kader kesehatan setempat dibawah bimbingan Puskesmas.
  2. Pengelola posyandu, adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal dari keder PKK, tokoh masyarakat formal dan informal serta kader kesehatan yang ada di wilayah tersebut.

Keberhasilan Posyandu berdasarkan :

  1. D / S : baik/kurangnya peran serta masyarakat
  2. N / D : Berhasil tidaknyaProgram posyandu

 

SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP)

Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. OLeh sebab itu Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Konkritnya, pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual. Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat, baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas.

  1. Mekanisme Operasional SIP :
    1. Pemerintah Desa/kelurahan bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi Posyandu.
    2. Pengumpul data dan informasi adalah Tim Penggerak PKK dengan menggunakan instrumen :
      1. Catatan ibu hamil, kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok   Dasa Wisma (kader PKK) .
      2. Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember.
      3. Register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember.
      4. Register WUS- PUS alam wilayah ketiga Posyandu bulan Januari s/d Desember.
      5. Register Ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember.
      6. Data pengunjung petugas Posyandu, kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas.
      7. Data hasil kegiatan Posyandu.

Catatan :

  1. Instrumen/format SIP diatas oleh kader Posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB
  2. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan bertanggungjawab dalam hal :Puskesmas, PPLKB, Kaurbang mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor Posyandu di tingkat kecamatan.
    1. Menghimpun data dan informasi dari seluruh Posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan.
    2. Menyimpulkan seluruh data dan informasi.
    3. Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (Rakorbang).
  3. Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. Masalah-masalah yang dapat diatasi oleh Pemerintah Tingkat Kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat Kabupaten/Kotamadya sebagai bahan Rakorbang Tingkat ll.
    Strata posyandu
    Posyandu Pratama  :
  1. belum mantap.
  2. kegiatan belum rutin.
  3. kader terbatas.

Posyandu Madya  :

  1. kegiatan lebih teratur
  2. Jumlah kader 5 orang

Posyandu Purnama  :

  1. kegiatan sudah teratur.
  2. cakupan program/kegiatannya baik.
  3. jumlah kader 5 orang
  4. mempunyai program tambahan

Posyandu Mandiri  :

  1. kegiatan secara terahir dan mantap
  2. cakupan program/kegiatan baik.
  3. memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap.

Dari konsep diatas, dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata Posyandu adalah :

  1. Jumlah buka Posyandu pertahun.
  2. Jumlah kader yang bertugas.
  3. Cakupan kegiatan.
  4. Program tambahan.
  5. Dana sehat/JPKM.

Posyandu akan mencapai strata Posyandu Mandiri sangat tergantung kepada kemampuan, keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader PKK, LPM sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu.

Pembinaan kesejahteraan keluarga

PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggerakan untuk membangun keluarga sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat dan bertujuan membantu pemerintah untuk ikut serta memperbaiki dan membina tata kehidupan dan penghidupan keluarga yang dijiwai oleh Pancasila menuju terwujudnya keluarga yang dapat menikmati keselamatan, ketenangan dan ketentraman hidup lahir dan bathin (keluarga sejahtera).

susunan kepengurusan PKK sebagai berikut :

  1. Ketua, Wakil Ketua
  2. Sekretaris, Wakil Sekretaris.
  3. Bendara Wakil Bendahara
  4. Ketua Pokja I dan anggota
  5. Ketua Pokja II dan anggota.
  6. Ketua Pokja III dan anggota.
  7. Ketua Pokja IV dan anggota.

Sebagai Ketua disemua tingkatan dijabat secara funsional oleh istri Kepala Pemerintahan Daerah setempat sampai ke tingkat Desa/Kelurahan sedangkan yang menjadi Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota adalah dari tokoh masyarakat setempat.

  1. Program P.K.K.

Tim Penggerak PKK memiliki 10 program pokok PKK sebagai berikut :

            1. Penghayatan dan l Pengamanan Pancasila.

            2. Gotong royong

            3. Pangan

            4. Sandang.

            5. Perumahan dan tatalaksana rumah tangga.

            6. Pendidikan dan keterampilan

            7. Kesehatan.

            8. Pengembangan kehidupan berkoperasi.

            9. Kelestarian lingkungan hidup.

            10. Perencanaan sehat.

Program tersebut bukan urut-urutan tetapi program yang satu terkait dengan program yang lain dan setiap program dapat berkembang sesuai kemajuan perkembangan pembangunan daerah setempat sehingga 10 program pokok dapat menjadi berbagai kegiatan.

            Sepuluh (10) program pokok PKK tertuang ke dalam 4 (empat) kelompok kerja (Pokja) yaitu :

            1. Kelompok kerja I (Pokja I) membidangi :

  1. Penghayatan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong royong.

            2. Kelompok Kerja (Pokja II) membidangi

  1. Pendidikan dan keterampilan.
  2. Pengembangan kehidupan berkoperasi.

            3. Kelompok Kerja (Pokja I) membidangi :

  1. Sandang
  2. Pangan
  3. Perumahan dan tatalaksana rumah tangga.

            4. Kelompok KerjaIV (Pokja IV) membidangi :

  1. Kesehatan.
  2. Kelestarian lingkungan hidup.
  3. Perencanaan sehat.

Secara khusus Kelompok Kerja IV (Pokja IV) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan posyandu bersama dengan kader PKK khusus Posyandu serta LPM. Disamping adanya Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan terdapat pula kelompok PKK didusun/lingkungan dan kelompok Dasa Wisma terdiri dari 10 s/d 20 Kepala Keluarga yang ketuanya diangkat dari salah seorang dari 10 atau 20 KK tersebut yang bertugas dalam melaksanakan dan membina kegiatan program Pokok PKK dan pengembangannya dicatat dalam 3 (tiga) buku catatan ketua Kelompok Dasa Wisma yaitu :

  1. Buku catatan keluarga mencatat data keluarga secara lengkap.
  2. Buku catatan kegiatan keluarga mencatat kegiatan kehidupan keluarga.
  3. Buku catatan kelahiran dan kamatian bayi, ibu hamil, ibu meneteki (buteki) dan ibu  nifas

Ketiga buku catalan kelompok Dasa Wisma merupakan salah satu format SIP.

Daftar Pustaka

Ambarwati,Eny Retna. 2009.Asuhan Kebidanan Komunitas.Yogyakarta: Nuha Medika

Dra Suryana, 1996. Keperawatan Anak Untuk Siswa SPK : EGC, Jakarta

www.gogle.com